Senin, 02 Januari 2012

PUISI : Do'aku 1

Ya Allah . . .
Berikanlah hambamu ini kesabaran dan keikhlasan
Agar kelak hamba menjadi seseorang yang penuh dengan kesabaran
Dengan penuh keikhlasan

Ya Allah . . .
Berikanlah waktumu untukku
Untuk hati yang penuh kesabaran
Hati yang penuh keikhlasan
Dan disepanjang jalan hidupku

CERPEN : Seekor Buaya dan Monyet

Disuatu tempat ada hutan lebat dan didalam hutan tersebut ada sebuah danau, didalamnya hidup seekor buaya. Disekeliling danau, terdapat banyak pohon-pohon rindang yang selalu ditempati dan ditinggali monyet-monyet hutan. Suatu hari, seekor monyet sedang bermain-main dipohon yang rindang itu. Sedang asyik-asyiknya bermain, sang monyet melihat sang buaya yang sedang berendam. sang monyet pun menyapa sang buaya tersebut. "hai pak buaya". Dengan cueknya sang buaya menjawab "hai monyet tengil". sang monyet merasa tersindir dengan sapaan sang buaya dengan sebutan monyet tengil. Tetapi sang monyet bersikap biasa dan berkata kembali, "hai pak buaya, dapatkah kau berayun sepertiku? dengan acuhnya sang buaya menjawab, "tidak". Sang monyet berkata kembali, "dapatkah kau meloncat dari pohon ke pohon sepertiku?". sang buaya dengan singkatnya menjawab, "tidak". sang monyet merasa ia dapat melakukan berbagai hal yang tak dapat dilakukan olehg sang buaya. kemudian kembali sang monyet bertanya, "pak buaya, bagaimana dengan bersandar diatas pohon? dapatkah kau melakukannya?" dengan cuek sekali sang buaya menjawab "tidak!" sang monyet hanya tertawa, ia merasa sakit hatinya atas perkataan tengil dari sang buaya sudah terbalaskan dengan cara lain. sang buaya berkata kembali dan berbalik bertanya, "hey monyet, dapatkah kau berenang sepertiku?" dengan angkihnya sang monyet menjawab, "bisa, aku bisa melakukan apapun. tidak seperti kau pak buaya tua hahaha". sang buaya menjawab, "baiklah, coba kau kemari dan berenanglah bersamaku. dengan semangatnya sang monyet melompat dari atas pohon dan berenang. Tidak lama sang buaya berkata "hap! dapat kau! hahah" ternyata itu jebakan sang buaya untuk memakan sang monyet.
SEKIAN

PUISI : Hujan

Tirai hujan membasahi tanah ini
Membasahi tubuh ini
Dan membasahi seluruh alam ini

Hujan dapat memberikan berkah
Hujan dapat mendatangkan bencana
Hujan dapat memberikan kesegaran

Hujan yang datang karna berkahMu
Hujan yang selalu membasahi dunia ini
Hujan yang datang atas kehendakMu

PUISI : Syukurku

Setiap ku terbangun dari tidurku, aku selalu bersyukur
Setiap hembusan nafasku, aku selalu bersyukur
Setiap udara yang ku hiru, aku selalu bersyukur
Setiap langkah hidupku, aku selalu bersyukur
Setiap detik, menit dan jam, aku selalu bersyukur

Bersyukur atas karuniaMu
Bersyukur atas keridhoanMu
Bersyukur atas berkahMu
Bersyukur atas pemberianMu
Bersyukur atas rahmatMu

PUISI BUNDA

Bunda...
apa kabar kau hari ini?
aku selalu ingin tahu keadaanmu bun.

Bunda...
setiap kau tidur aku selalu memperhatikan wajahmu
setiap kau bangun aku selalu bersyukur dalam hatiku

Bunda...
apa kau tahu?
aku menyayangimu bunda...

CERPEN Kisah Kesetiaan Seorang Suami

Kisah ini terjadi pada sepasang suami istri yang hidup bahagia. tetapi kebahagiaan kurang lengkap karna belum dikaruniai seorang anak. sang istri di vonis sulit memiliki keturunan karena memiliki rahim yang sangat lemah. setelah beberapa tahun mereka membina rumah tangga, berusaha terus-menerus untuk mempunyai keturunan, akhirnya Allah mendengarkan do'a mereka untuk memiliki seorang momongan. mereka merasa lengkap sekarang. tetapi baru beberapa bulan anak itu lahir, ternyata Allah berkehendak lain, anak tersebut begitu cepat dipanggil lagi oleh sang maha kuasa. sang istri merasa sedih sekali, dan sang suami terus menerus menenangkan sang istri. sampai pada akhirnya sang suami sering melihat sang istri melamun sambil melihat foto anak mereka. sang suami pun berkata "sudahlah bu, Allah lebih sayang sama anak kita makannya Allah memanggil anak kita kembali". dengan tangisan sang istri menjawab "mengapa secepat itu yah? sudah lama aku mendambakan seorang anak. baru aku merasakan menggendong seorang anak hanya beberapa bulan, tetapi sudah dipanggil lagi oleh sang kuasa". suami pun menjawab "sudahlah bu, ayah yakin Allah mempunyai rencana lain yang lebih indah dari ini". sang istri hanya terus melamun, sampai akhirnya sang istri berkata "yah, bagaimana kalau aku ternyata tidak bisa hamil lagi seperti kata dokter Herman?" sang suami diam sejenak dan membalas "Insya Allah bu, kita harus terus ikhtiar". sang istri berkata kembali "bagaimana kalau ayah menikah lagi saja dengan adik sepupuku? mungkin dengan cara seperti itu kita dapat memiliki seorang anak walaupun bukan darah dagingku, tapi anak itu akan menjadi darah dagingmu yah". sang suami dengan nada heran bertanya "mengapa kau bicara seperti itu?" dengan air mata terus mengalir sang istri menjawab "aku hanya ingin membahagiakanmu yah, aku ingin kau memiliki keturunan seperti yang kau inginkan selama ini" dengan memegang tangan sang istri dan suara lembut, sang suami menjawab "sayang, aku tidak akan menikah lagi selama kau masih hidup dan sehat wal'afiat. aku akan terus mendampingi sebagai imam yang baik.
sang istri menangis lepasdan memeluk sang suami. betapa bahagianya sang istri mendengar ucapan sang suami.
SEKIAN.

Kamis, 15 Desember 2011

(Novel Angkatan "66") ROBOHNYA SURAU KAMI Karya : A.A. Navis

Berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja.Tidak..." Semua jadi pucat pasi tak berani berkata apa - apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia.