Rabu, 05 Juni 2013

Tulisan 3 – Cinta dan Perkawinan



a.       Bagaimana cara memilih pasangan
Pernikahan adalah hal mulia, yang dikaruniakan Tuhan. Karena itu, pernikahan harus ditempuh dengan rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, percaya seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Pernikahan tidak boleh ditempuh atau dimasuki dengan sembarangan, dirusak oleh karena kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; melainkan hendaklah hal itu dihormati dan dijunjung tinggi dengan takut akan Tuhan serta mengingat maksud Allah dalam pernikahan itu. Memilih jodoh atau pasangan hidup bukanlah hal remeh dan mudah. Ada banyak kasus orang yang sudah menikah dan berpikir bahwa pasangannya adalah pasangan hidupnya yang tepat, tetapi pada akhirnya bercerai dengan alasan tidak cocok. Mengapa tidak cocok, bahkan bercerai? Karena mereka tidak saling mengenal sungguh-sungguh? Sebelum menikah, kebiasaan negatif atau kebiasaan buruk tidak ditunjukkan oleh pria dan wanita tersebut. Setelah menikah dan hidup bersamalah, semua kebiasaan negatif tersebut diketahui dan tampak dengan jelas. Seringkali, impian dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan! Karena itu, dalam hal mencari dan memilih pasangan hidup, Kekristenan mengajarkan bahwa Tuhan tidak membiarkan manusia bertindak sendiri. Tuhan telah memberikan prinsip-prinsip absolut dalam memilih pasangan hidup dan membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia.
Menikah mengandung tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup juga merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan petunjuk tentang cara memilih pasangan hidup yang tepat dan islami. Insya Allah tips-tips berikut ini akan dapat bermanfaat.
A. Beberapa kriteria memilih calon istri
  1. Beragama islam (muslimah). Ini adalah syarat yang utama dan pertama.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Wanita yang berakhlak baik insya Allah akan mampu menjadi ibu dan istri yang baik.
  3. Memiliki dasar pendidikan Islam yang  baik. Wanita yang memiliki dasar pendidikan Islam yang baik akan selalu berusaha untuk menjadi wanita sholihah yang akan selalu dijaga oleh Allah SWT. Wanita sholihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
  4. Memiliki sifat penyayang. Wanita yang penuh rasa cinta akan memiliki banyak sifat kebaikan.
  5. Sehat secara fisik. Wanita yang sehat akan mampu memikul beban rumah tangga dan menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu yang baik.
  6. Dianjurkan memiliki kemampuan melahirkan anak. Anak adalah generasi penerus yang penting bagi masa depan umat. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih wanita yang mampu melahirkan banyak anak.
  7. Sebaiknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah menikah. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara keluarga yang baru terbentuk dari permasalahan lain.
B. Beberapa kriteria memilih calon suami
  1. Beragama Islam (muslim). Suami adalah pembimbing istri dan keluarga untuk dapat selamat di dunia dan akhirat, sehingga syarat ini mutlak diharuskan.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Laki-laki yang berakhlak baik akan mampu membimbing keluarganya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
  3. Sholih dan taat beribadah. Seorang suami adalah teladan dalam keluarga, sehingga tindak tanduknya akan ‘menular’ pada istri dan anak-anaknya.
  4. Memiliki ilmu agama Islam yang baik. Seorang suami yang memiliki ilmu Islam yang baik akan menyadari tanggung jawabnya pada keluarga, mengetahui cara memperlakukan istri, mendidik anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga secara halal dan baik.
Sebagai catatan tambahan, dianjurkan memilih calon pasangan hidup yang jauh dari silsilah kekerabatan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keturunan dari penyakit-penyakit menular atau cacat bawaan kekerabatannya. Selain itu juga dapat memperluas pertalian kekeluargaan dan ukhuwah islamiyah.
Semoga kita semua dibimbing oleh Allah SWT dalam berikhtiar mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dan diridhoi-Nya serta dapat ikut serta menemani kita ke surga dunia dan akhirat. Amin.
Sumber : http://cara-muhammad.com/tips/tips-memilih-pasangan-hidup/

b.      Seluk beluk hubungan dalam perkawinan
Pada umumnya salah satu tanda kegagalan suami-istri dalam mencapai kebahagiaan perkawinan adalah perceraian. Perceraian adalah akumulasi dari kekecewaan yang berkepanjangan yang disimpan dalam alam bawah sadar individu. Adanya batas toleransi pada akhirnya menjadikan kekecewaan tersebut muncul kepermukaan, sehingga keinginan untuk bercerai begitu mudah.
Masalah diseputar perkawinan atau kehidupan berkeluarga antara lain:
·         Kesulitan ekonomi keluarga yang kurang tercukupi.
·         Perbedaan watak.
·         Temperamen dan perbedaan kepribadian yang sangat tajam antara  suami dan istri.
·         Ketidakpuasan dalam hubungan seks.
·         Kejenuhan rutinitas.
·         Hubungan antara keluarga besar yang kurang baik.
·         Adanya istilah WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain).
·         Masalah harta warisan.
·         Menurunnya perhatian kedua belah pihak.
·         Domonasi dan intervensi orang tua atau mertua.
·         Kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
Dari salah satu masalah diatas yaitu kesalahpahaman yang menyebabkan pasangan menjadi tersinggung, sehingga terkadang memicu adanya perceraian, merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Karena kesalahpahaman itulah yang terkadang pasangan enggan untuk membuka komunikasi dengan pasangannya yang kemudian menimbulkan misskomunikasi. Tanpa mereka sadari dengan keadaan seperti itu malah akan membuat mereka sulit dalam menghadapi problem apapun. Komunikasi yang intern dan baik akan melahirkan saling keterbukaan dan suasana keluarga yang nyaman.
Allah juga memerintahkan kepada suami-istri untuk selalu berbuat baik.
Suami dan istri sering beranggapan bahwa masalah yang timbul akan
selesai dengan sendirinya, asalkan bersabar dan menyediakan waktu yang panjang.
Namun kenyataannya masalah yang didiamkan bukan membaik, malah memburuk seiring berjalannya waktu yang lama. Kejengkelan makin menumpuk dan penyelesaian makin jauh di mata, kareana masalah menjadi seperti benang kusut dan tidak tahu lagi harus memulainya dari mana. Tabungan cinta cenderung menyusut seiring dengan berkecamuknya masalah dengan berkurangnya cinta dan kasih sayang, berkurang pulalah semangat untuk menyelesaikan masalah. Pada akhirnya ketidakpedulian menggantikan cinta dan makin menyesuaikan diri dalam kehidupan yang tidak sehat ini. Dengan kata lain antara suami dan istri sudah menemukan cara yang efektif untuk menyelesaikannya tapi tidak dilakukan sehingga dapat menimbulkan perceraian.

c.       Penyesuaian dan pertumbuhan dalam perkawinan
Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak. Relasi yang diharapkan dalam sebuah perkawinan tentu saja relasi yang erat dan hangat. Tapi karena adanya perbedaan kebiasaan atau persepsi antara suami-istri, selalu ada hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kondisi perkawinan seperti ini, tentu sulit mendapatkan sebuah keluarga yang harmonis. Pada dasarnya, diperlukan penyesuaian diri dalam sebuah perkawinan, yang mencakup perubahan diri sendiri dan perubahan lingkungan. Bila hanya mengharap pihak pasangan yang berubah, berarti kita belum melakukan penyesuaian. Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.

d.      Perceraian dan pernikahan kembali
Ini adalah gambaran yang indah dari harapan dan janji, tapi kemewahan itu tak lantas menjadikan pernikahan itu sebagai pernikahan yang penuh kasih. Sebagaimana kita tahu, hanya dalam satu dekade saja “pernikahan millennium ini” terurai seperti pernikahan lain yang berakhir dengan kisah perselingkuhan dan perceraian yang menyedihkan. Yang lebih menyedihkan lagi, yaitu bahwa Diana berasal dari sebuah keluarga yang berpisah. Orang tuanya bercerai ketika Diana masih sangat muda. Dan itulah saat dimana ibunya meninggalkan rumah selamanya. Kepergian ibunya membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan Diana. Ia seolah memiliki trauma terhadap perceraian. Setelah pertemuannya yang pertama dengan Pangeran Charles, Diana berkata pada teman-temannya bahwa ia akan menikah dengannya. Teman-temannya pun bertanya-tanya mengapa Diana berkata demikian, lalu Diana menjawab, “ Karena dia adalah satu-satunya pria di planet ini yang tidak diizinkan untuk menceraikan saya.”
Dari kisah hidup Putri Diana kita dapat melihat dengan jelas bahwa tidak ada janji, kebijaksanaan, atau kekayaan manusia sekalipun yang dapat menjaga keutuhan tali pernikahan. Dosa telah terlalu  banyak mempengaruhi kehidupan kita. Tetapi Alkitab mempunyai kunci untuk menjadikan suatu pernikahan bahagia dan produktif dan menghindarkan bencana perceraian. Buku Pernikahan, Perceraian, & Pernikahan Kembali dapat membantu kita untuk menemukan setiap kunci yang disediakan Tuhan untuk menjaga keutuhan sebuah pernikahan. Buku ini tidak hanya memaparkan prinsip-prinsip Alkitabiah yang dapat menjaga pernikahan, namun juga menyediakan nasehat-nasehat praktis seputar pernikahan, perceraian, & pernikahan kembali.

e.       Single Life
Beberapa Pendapat dan Alasan Keliru Seputar Hidup Menjadi Single ---Tidak ada yang salah dengan pilihan seseorang untuk memilih hidup sendiri tanpa pasangan atau Single. Karena setiap pilihan pastinya ada konsekuensi dan tanggung jawab sendiri yang sudah siap ia pikul, termasuk pilihan untuk menjadi Single. Sayangnya, sebagian besar orang yang memilih hidup menjadi single di dasarkan kepada alasan dan pendapat yang keliru. Tidak sedikit dari para single berusaha menutupi perasaan hati yang tertekan karena menjadi single dengan alasan bohong dan pendapat keliru. Dan berikut adalah Beberapa Pendapat dan Alasan Keliru Seputar Hidup Menjadi Jomblo yang sering di ucapkan oleh para Jomblo ketika ia ditanya alasan memilih hidup menjadisingle

Menjadi Single bisa jauh lebih bahagia
Memang benar jadi single membuat seseorang lebih fokus pada mimpi dan keinginannya. Sehingga kebahagiaan juga mudah diraih oleh si single. Namun punya pacar juga tetap bisa mendukung mimpi itu kok. Tinggal bagaimana caranya Anda pintar-pintar memprioritaskan urusan mimpi dan hubungan asmara.

Tak ada waktu buat pacaran
Alasan fokus pada karir, menyeimbangkan persahabatan, dan menikmati waktu sendiri sering dipakai oleh si single. Mereka menganggap kesibukan adalah faktor kenapa sampai sekarang si jomblo tak juga punya pacar. Faktanya, cinta dan pacar tak akan menyita lebih banyak waktu mereka lho.

   Jomblo itu tipe seorang yang mandiri
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh single seorang diri. Namun sebenarnya beberapa hal lain justru lebih baik dijalani bersama pasangan. Menggunakan alasan sudah mandiri hanya merupakan bentuk kebohongan. Sebab mereka tidak bisa selamanya melakukan sesuatu sendirian.

Pacaran itu merepotkan
Memang setiap hubungan asmara memiliki masalah tertentu. Tetapi masa setiap hari orang pacaran berhadapan dengan problem pelik yang tak ada habisnya? Jadi para single jangan sekali-kali menggunakan alasan ini untuk membela statusnya.

Lebih nyaman dengan Teman Tapi Mesra (TTM)
TTM atau teman tapi mesra biasanya adalah hubungan asmara yang paling sering dijalani si single. Mereka bilang TTM jauh lebih nyaman daripada pacaran yang sifatnya mengikat. Well, justru TTM ini lebih riskan karena tidak memiliki kejelasan di dalam hubungan.

Sumber :
http://cara-muhammad.com/tips/tips-memilih-pasangan-hidup/
http://www.akhirzaman.org/buku-buku/1001-pernikahan-perceraian-pernikahan-kembali
http://www.akhirzaman.org/buku-buku/1001-pernikahan-perceraian-pernikahan-kembali
http://dbecinta.blogspot.com/2012/11/beberapa-pendapat-dan-alasan-keliru-seputar-hidup-menjadi-jomblo.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar