Kamis, 31 Oktober 2013

Tulisan Manajemen (tulisan 2)



Tugas Tulisan ke-2 (tulisan 2)
Bisnis rumahan semakin lama semakin banyak diminati. Mungkin hal tersebut dipicu oleh kebutuhan untuk memenuhi biaya hidup yang semakin meningkat dan dianggap sebagai alternatif sumber penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah. Terutama bagi para ibu rumah tangga yang belum bisa meninggalkan anak-anaknya.
Sukses menjalankan bisnis rumahan sama seperti bisnis lainnya, membutuhkan kunci sukses yang semuanya diawali dari dalam diri kita. Seperti kunci sukses dibawah ini yang saya rangkum dari Kisah Sukses Bisnis Rumahan: Brownies Kukus Amanda :
1. Passion
Kita harus memiliki minat dan hasrat yang besar terhadap bisnis yang kita akan tekuni. Passion merubah kegiatan bisnis menjadi hobi atau semi hobi. Kita tidak akan merasa terbebani.
2. Ketekunan atau Persistensi
Ini merupakan ciri utama orang sukses. Pantang menyerah dan terus berusaha hingga berhasil meraih sukses.
3. Inovasi
Tidak ada produk superior yang akan bertahan lama. Semuanya akan mengalami siklus penurunan. Itulah mengapa ada konsep product life cycle dalam manajemen. Inovasi akan menyelamatkan bisnis Anda ditengah persaingan bisnis yang ketat dan memperlambat konsekuensi dari product life cycle.
4. Daya ungkit
Sebuah pengungkit memudahkan kita mengangkat barang. Dalam bisnis, kita harus berhati-hati dalam menggunakannya. Daya ungkit akan mempercepat kesuksesan atau mempercepat kebangkrutan.
4 kunci sukses bisnis rumahan tersebut tercermin dari Kisah Sukses Bisnis Rumahan: Brownies Kukus Amanda dibawah ini. Anda bisa langsung menuju sumber artikel ini dengan mengklik link dibawah artikel ini. Selamat membaca.
Kelezatan brownies kukus ternyata tidak hanya berhasil memikat lidah masyarakat luas, makanan ini ternyata juga memberikan sejarah penting bagi Hj. Sumiwiludjeng dan suaminya H. Sjukur Bc.AP dalam mengawali kisah sukses menjalankan bisnis rumahan.
Tentu Anda sudah tidak asing lagi bila mendengar produk brownies kukus dengan merek “Amanda”. Produk yang dulu dikenal sebagai oleh-oleh khas Bandung ini, sekarang gerai dan tokonya sudah bisa diperoleh di kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya dan Medan. Namun siapa sangka bila kesuksesan Amanda yang kini telah berhasil membuka gerai di berbagai kota sampai memiliki pabrik kue, berasal dari bisnis rumahan yang dulunya hanya dikerjakan Sumi dan dibantu anggota keluarganya.
Mengawali bisnis sesuai dengan minat dan bakat, memang merupakan alternatif tepat untuk bisa sukses menjalankan sebuah bisnis. Bermodalkan kemampuan memasak yang didapatkan Sumi ketika mengenyam Pendidikan Kesejahteraan dan Keluarga di IKIP Jakarta, Ia menjalankan bisnis katering rumahan dengan menerima pesanan kue dan makanan untuk acara-acara tertentu.
Di akhir tahun 1999 Sumi mencoba resep kue bolu kukus yang didapatkan dari salah seorang saudaranya. Ia mencoba resep tersebut hingga berulang-ulang, sampai akhirnya menemukan takaran yang pas untuk bolu kukus tersebut. Dibantu oleh putra sulungnya Joko Ervianto beserta istrinya (Atin), Sumi menawarkan bolu kukus cokelat tersebut sebagai salah satu menu di katering mereka. Berkat kelezatan dan cita rasa bolu kukus cokelat yang unik, produk tersebut dengan mudahnya diminati para konsumen.
Melihat permintaan pasar akan produk tersebut sangatlah bagus, pada tahun 2000 keluarga Sumi memutuskan untuk membuka usaha brownies kukus dengan menggunakan merek Amanda. Nama tersebut merupakan singkatan dari Anak Mantu Damai, yang artinya mengharapkan anak dan menantu bisa selalu hidup rukun dan damai.
Langkah Awal memasarkan brownies kukus Amanda ternyata tidak semulus yang dibayangkan Sumi beserta anak dan mantunya, kios usaha yang dibuka di komplek pertokoan Metro Bandung harus tergusur setelah pertokoan tersebut terbakar. Hingga akhirnya mereka memindah usaha kue tersebut dengan menyewa tempat di kawasan Jl. Tata Surya Bandung. Cobaan tersebut tidak menyurutkan tekad mereka untuk tetap menjalankan bisnis brownies kukus, dengan lokasi usaha yang baru mereka juga merasa tertantang untuk bisa mendapatkan pelanggan baru.
Merintis usaha kembali di tempat baru, ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi Amanda. Tak sulit bagi mereka untuk mendapatkan konsumen baru, bahkan minat konsumen semakin meningkat setelah mereka pindah di lokasi baru. Brownies yang diproduksi setiap harinya selalu habis dibeli konsumen, dan tak jarang banyak konsumen yang harus kecewa karena brownies kukus yang ingin dibelinya sudah habis terjual.
Seiring dengan permintaan pasar yang semakin tinggi, membuat tempat usaha yang mereka tempati sudah tidak memenuhi kapasitas produksi. Tahun 2002 Sumi dan keluarganya berpindah lagi ke lokasi usaha baru di Jl. Rancabolang Bandung. Mengulangi kesuksesan di tahun sebelumnya, dari lokasi yang baru kesuksesan brownies kukus Amanda menunjukan kemajuan yang luar biasa. Lokasi yang strategis dan didukung dengan cita rasa brownies kukus yang lezat, mengantarkan bisnis yang dulunya hanya dikerjakan di rumah kini menjadi industri kue yang sangat sukses. Dan pada tahun 2004, merek brownies kukus Amanda resmi dipatenkan menjadi brand produk kue buatan Sumi dan keluarganya.
Dibantu para menantu dan ketiga putranya Joko Ervianto, Andi Darmansyah, dan Sugeng Cahyono, kini brownies kukus Amanda sudah memiliki puluhan cabang yang tersebar di berbagai kota. Dengan menawarkan lebih dari dua puluh varian produk, saat ini penjualan produk Amanda bisa mencapai ribuan kotak untuk setiap harinya di masing-masing cabang. Anda bisa bayangkan bukan, berapa besar keuntungan yang diperoleh keluarga Sumi setiap bulannya?


Tulisan Manajemen (tulisan 1)



Tugas Tulisan ke-2 (tulisan 1)
Manajemen Waktu Untuk Mahasiswa
http://supono.files.wordpress.com/2012/10/manajemen-waktu.jpg?w=660
Pertanyaanya adalah kenapa waktu harus di manage “diatur”? Jawabannya sederhananya karena waktu sifatnya terbatas, sehari hanya 24 jam. Sesuatu perlu diatur karena sesuatu itu ada batasnya. Contoh kalau kita punya uang tidak banyak (terbatas) maka perlu ada manajemen keuangan, kalau kita punya uang ga terbatas, ga usah di manage, toh kalau dibelanjakan masih banyak. OK kembali ke topik yang akan kita bahas tentang manajemen waktu khusus untuk mahasiswa seperti saya (kebetulan kembali jadi mahasiswa). Perlu diingat bahwa inti dari manajemen waktu adalah konsentrasi pada hasil dan bukan sekedar menyibukkan diri. Banyak orang menghabiskan hari-harinya dengan berbagai kegiatan yang seakan tiada habisnya tetapi tidak mendapat capaian apapun karena kurang konsentrasi pada hal yang benar.
Agar manajemen waktu berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan fokus pada hasil bukan sekedar menyibukan diri, maka ada siklus manajemen waktu, yaitu:
  1. Menetapkan Tujuan (Goal Setting)
  2. Merencakanan dan mekaukan kegiatan dalam bentuk daftar/list (To Do List)
  3. Memantau dan mengevaluasi dari tiap kegiatan (Monitoring and Evaluation)
Sebelum lanjut, coba jawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
  • Apakah anda menjadwalkan berapa jam anda membutuhkan waktu untuk belajar setiap minggu?
  • Apakah anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas?
  • Apakah anda mulai mengerjakan tugas besar / tugas akhir/penulisan ilmiah pada awal semester?
  • Apakah anda membuat daftar/list apa yang harus dikerjakan (to do list)?
  • Apakah anda menentukan target tertentu untuk setiap periode studi?
  • Apakah anda memulai belajar dengan mengerjakan tugas/PR yang paling sulit?
  • Apakah anda menyelesaikan belajar anda selama jam produktif setiap harinya?
Kalau jawaban anda di atas lebih banyak “Tidak” dari pada “Ya”, maka sudah saatnya anda melakukan manajemen waktu yang baru. Berikut ini beberapa langkah untuk meningkatkan manajemen waktu kita.
  1. Membuat Jadwal Per Semester
    Anda bisa mencatat jadwal kegiatan dalam satu semester ini, misalnya: jadwal sidang, PKL, TA, termasuk jadwal bimbingan. Selain jadwal kuliah, catat juga jadwal non-kuliah seperti: ekstrkurikuler, kegiatan organisasi, pulang kampung, kerja, aktivitas sosial, liburan, dll.
  2. Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan
    (a). Buat daftar apa yang harus dikerjakan dalam minggu depan, termasuk tugas kuliah, praktikum, kuis. (b). Masukan kegiatan yang akan dilakukan minggu ini seperti: kumpul sama temen2, mengerjakan tugas, bersepeda, dll. (c). Estimasikan waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan. (d). Identifikasi kegiatan yang sering sukses dan sering gagal untuk bahan evaluasi.
  3. Membuat Jadwal Tiap Hari
    (a). Tulis jadwal harian pada setiap pagi, termasuk tugas-tugas yang belum selesai dari hari sebelumnya. (b). Berikan skala prioritas dari setiap tugas atau kegiatan.
  4. Evaluasi Setiap Jadwal
    Evaluasi jadwal setiap malam. Apakah semua tugas dalam daftar telah diselesaikan? Jika tidak, mengapa? Apakah karena jadwalnya tidak realistis atau manajemen waktunya yang tidak efektif? Apa penyesuaian yang bisa dilakukan agar di lain waktu anda dapat membuat jadwal yang lebih baik?
  5. Pintar-pintar Menggunakan Waktu
    Bagi mereka yang bepergian pake kendaraan umum, atau sering menunggu anda bisa menggunakan waktu ini untuk kegiatan yang positif, seperti membaca atau merencakan sesuatu.
Perlu diingat bahwa waktu itu tidak akan kembali, maka jangan disia-siakan dengan hanya melihat timeline update facebook, twitter atau BBM. Bukan tidak boleh untuk mersosial media, tetapi lebih baik kita manage kapan waktunya dan berapa lama untuk kegiatan tersebut. Manfaatkan waktu luang sebelum waktu sempit/sibuk. Dan yang terakhir jangan lupa hiburan yah, seperti rekreasi bersepeda dihari libur, selain refresh juga sehat.

Sumber:

Manajemen Tugas ke-2




a.      Definisi Pengorgaanisasian
      Suatu proses penentuan, pengelompokan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Pengorganisasian sebagai penyusunan dan strukturisasi pekerjaan untuk mencapai sasaran organisasi. Proses yang terpenting dimana para menager merancang suatu struktur organisasi .


b.      Definisi Struktur Organisasi 
merupakan susunan tugas-tugas formal didalam suatu organisasi. Struktur ini, yang ditunjukkan secara  visual dalam sebuah bagan organisasi, juga menjadi beragam tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan kerangka dan susunan hubungan diantara fngsi, bagian atau posisi, juga menunjukkan hierarki organisasi dan struktur sebagai wadah untuk menjalankan wewenang, tanggung jawab dan sistem pelaporang terhadap atasan dan pada akhirnya akan memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi tetap hidup walaupun orang datang  dan pergi serta pengkoordinasian hubungan dengan lingkungan.  Struktur organisasi dapat menghindari atau mengurangi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan tugas.
c.       Pengorganisasian sebagai  Fungsi  Managemen
 Organisasi atau pengorganisasian dapat dirumuskan sehingga keseluruhan aktivitas managemen didalam pengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan tercapai aktivitas-aktivitas managemen yang sebelumnya telah ditentukan terlebih dahulu. Fungsi untuk Manajemen yaitu dapat mengatur kegiatan dalam suatu perusahaan, mengadakan pembagian kerja dan mengatur orang-orang.

2.       Actuating Manajemen

a.       Definisi Actuating
 Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota keompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-bersama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut. Oleh karena itu para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut.
Dalam mengimplementasikan aktivitas organisasi, pelaku organisasi harus
-          Merasa yakin dan mampu melakukan suatu pekerjaan
-          Percaya bahwa pekerjaan telah menambahkan nilai untuk diri mereka sendiri
-          Tidak terbebani oleh masalah pribadi atau tugas lain yang lebih penting atau mendesak
-          Tugas yang diberikan cukup relevan
-           Hubungan harmonis antar rekan kerja

b.      Pentingnya Actuating (Pergerakkan)
untuk melakukan pengarahan, bimbingan dan komunikasi. Dijelaskn pula bahwa pengarahan dan bimbingan adalah kegiatan meniptakan, memelihara, menjaga/ mempertahankan dan memajukan organisasi melalui setiap personil, baik secara struktural maupun fngsional, agar langkah operasionalnya tidak keluar dari usaha mencapai tujuan organisasi. Kedua, penggerakkan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
c.       Prinsip Actuating
Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan manusia untuk menanamkan keinginan serta menghargai hasil yang baik dan sempurna. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih, memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup, serta memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya.
3.      Mengendalikan Fungsi Manajemen
a.      Definisi Pengendalian (controlling)
Pengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu perusahaan, agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana. Menurut Harold Koontz Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujun-tujuan perusahaan dapat terselenggara.
Defisi distas sangat luas dan mencangkup beberapa hal:
-          Adanya standar prestasi
-          Adanya usaha pembandingan hasil yang diperoleh dengan rencana
-          Menentukan apakah terjadi penyimpangan atau tidak
-           Melakukan perbaikan

b.       Langkah-langkah dalam kontrol
-          Pengendalian Langsung : Ialah pengendalian yang dilakukan secara langsung oleh seorang manajer secara pribadi. Ia memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengetahui apakah hasil-hasilnya seperti yang dikehendakinya.

-          Pengendalian tidak langsung : Pengendalian jarak jauh melalui laporan yang diberikan oleh bawahan. laporan ini dapat berupa kata-kata, angka-angka atau statistik yang berisi gambaran atas kemajua yang dicapai. Pengendalian ini dapat berupa laopran tertulis dan laporan lisan.

c.       Tipe – Tipe Control (pengendalian)

-          Pengendalian Produksi yaitu untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan,apakah sesuai dengan rencana yang ada.

-          Pegendalian Keuangan, ini ditunjukan kepada hal-hal yang menyangkut keuangan, tentang pemasukan dan pengeluaran, biaya-biaya perusahaan, termasuk pengendalian anggaran.


-          Pengendalian Pegawai, ditujukan kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kegiatan pegawai, apakah pegwai bekerja sesui dengan perintah, rencana, tata kerja, absensi pegawai dan lain-lain.

-          Pengendalian Waktu, ditujukan kepada penggunaan waktu, artinya apakah waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai dengan rencana atau tidak.

-          Pengendalian Kebijaksanaan, ditujukan untuk mengetahui dan menilai apakah kebjiaksanaan-kebijaksanaan organisasi telah dilakukan sesuai dengan yang telah digariskan.
-          Pengendalian Teknis, ditujukan kepada hal-hal yang bersifat fisik, yang berhubungan dengan tindakan dan teknik pelaksanaan.

-          Pengendalian Penjualan, ditujukan untuk mengetahui apakah produksi yang dihasilkan terjual sesuai dengan taarget yang ditetapkan.

              d. Proses Kontrol Manajemen

     
Proses pengendalian manajemen adalah kegiatan yang digunakan oleh seluruh manjemen untuk menjamin baha anggota organisasi bawahan yag di supervisi akan mengimplementasikan strategi yang ditetapkan. Batas pengendalian kontol manajemen adalah strategy formulation, management control dan task control.

Sumber:
Dr. Mahmuh M, hanafi, MBA. 2003. Mangemen edisi revisi. Yogyakarta: akademi managemen perusahaan YKPN
S.P Hasibuan, Drs.Malayu.1984.Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah.PT Gunung Agung:Jakarta